0:00 Apa itu inflasi? Kenapa harga naik terus
0:03 dan gaji enggak pernah cukup? Ini
0:05 rahasia di baliknya. Saya masih ingat
0:07 banget waktu pertama kali sadar bahwa
0:09 uang ternyata bisa hilang tanpa harus
0:12 dicuri. Saat itu saya lagi ngopi di
0:14 tempat biasa dan iseng buka galeri HP.
0:17 Nemu foto nota kopi dari 2 tahun lalu.
0:19 Harganya
0:21 Rp18.000. Padahal sekarang kopi yang
0:23 sama, tempat yang sama. Namun harganya
0:26 udah Rp30.000. Bukan karena tempatnya
0:29 jadi fancy, tapi karena yang namanya
0:31 inflasi diam-diam ngambil daya beli kita
0:33 tanpa kita sadari. Dan percaya deh, ini
0:36 bukan cuma soal kopi, ini soal gaji
0:39 kalian, tabungan kalian, bahkan masa
0:41 depan kalian. Tapi sebenarnya apa itu
0:44 inflasi? Kenapa dia bisa terjadi? Apa
0:47 dampaknya buat hidup kita sehari-hari?
0:49 Dan yang paling penting gimana cara kita
0:51 bertahan dan menang lawan inflasi? So,
0:54 kali ini kita akan kupas semuanya dengan
0:57 bahasa yang relate, solusi yang praktis,
0:59 dan langsung bisa kalian terapkan. Let's
1:06 go. Oke, mari kita bahas dari awal.
1:09 Inflasi itu sederhananya adalah kenaikan
1:11 harga barang dan jasa secara umum dan
1:13 terus-menerus dalam jangka waktu
1:15 tertentu. Kalian pasti juga ngerasa dulu
1:18 dengan Rp100.000 Ibu bisa belanja
1:19 banyak, tapi sekarang kerasa kayak cuma
1:22 cukup buat beli tisu dan mie instan. Itu
1:24 bukan karena kalian boros, itu karena
1:26 nilai uang kalian menurun. Uangnya tetap
1:29 Rp100.000, tapi yang bisa dibeli jadi
1:32 lebih sedikit. Kalau kalian hari ini
1:34 beli kopi seharga Rp20.000 dan tahun
1:36 depan kopi yang sama jadi Rp25.000, maka
1:40 ada inflasi sebesar
1:41 25%. Tapi masalahnya bukan sekadar harga
1:44 naik, masalahnya adalah daya beli kalian
1:47 turun. Contoh, kalau gaji kalian staknan
1:50 di R juta per bulan, tapi harga
1:52 kebutuhan naik 10% tiap tahun, maka
1:55 secara tidak sadar kalian makin miskin.
1:58 Jadi, inflasi itu kayak silent killer,
2:00 enggak terasa langsung, tapi efeknya
2:02 pelan-pelan menggerus kemampuan kita
2:04 buat hidup layak. Dan di sinilah kenapa
2:07 banyak orang makin kerja keras, makin
2:09 capek, tapi tetap ngerasa enggak cukup
2:12 karena mereka berlari di atas tradmill,
2:15 maju tapi tetap di tempat. Kenapa ini
2:18 sangat penting? Karena semua orang tanpa
2:21 sadar hidup dalam sistem yang
2:22 dipengaruhi inflasi dari gaji, biaya
2:25 hidup sampai mimpi untuk beli
2:31 rumah. Ada banyak penyebab inflasi dan
2:34 ini bukan fenomena kebetulan. Beberapa
2:36 alasan utamanya adalah pertama demand
2:39 pool inflation. Ini terjadi ketika
2:41 permintaan barang lebih tinggi dari
2:42 penawaran. Contoh, saat raya semua orang
2:46 pengin beli sembako, harga jadi naik.
2:49 Karena barang terbatas, permintaan naik,
2:51 harga pun ikut naik. Kedua, cost push
2:54 inflation. Ini kebalikannya. Biaya
2:57 produksi naik, jadi produsen terpaksa
2:59 naikin harga jual. Misalnya, harga BBM
3:02 naik, biaya distribusi naik, harga semua
3:04 barang jadi ikut naik. Ketiga, uang yang
3:07 beredar terlalu banyak. Ketika
3:09 pemerintah atau bank sentral mencetak
3:11 uang terlalu banyak tanpa dibarengi
3:13 dengan pertumbuhan ekonomi yang
3:14 seimbang, maka nilai uang jadi turun.
3:18 Ini yang terjadi di banyak negara dengan
3:20 krisis hiperinflasi. Kasus klasiknya
3:22 adalah hiperinflasi di Venezuela dan
3:25 Zimbabwe. Keempat, inflasi impor. Kalau
3:28 negara importir seperti Indonesia
3:30 mengalami pelemahan kurs atau harga
3:32 barang luar naik, otomatis harga barang
3:34 impor juga naik. ini nular ke harga di
3:36 dalam negeri. Intinya inflasi itu bisa
3:39 datang dari kebijakan negara, kondisi
3:41 global, bahkan gaya hidup konsumtif
3:44 masyarakat itu
3:48 sendiri. Pertanyaan ini penting karena
3:50 ternyata inflasi enggak selalu negatif.
3:53 Sedikit inflasi justru dianggap sehat.
3:55 Artinya ekonomi berjalan, permintaan
3:58 meningkat, dan produsen punya motivasi
4:00 untuk produksi. Idealnya inflasi itu
4:03 dikendalikan di angka 2 hingga 3% per
4:06 tahun. Tapi kalau sudah di atas 5% tanpa
4:10 ada kenaikan penghasilan, itu baru
4:12 bencana. Kenapa? Karena akan muncul
4:15 jurang antara biaya hidup dan
4:16 penghasilan. Dan saat itu terjadi, kelas
4:19 menengah bisa turun jadi miskin dan yang
4:21 miskin bisa makin terhimpit. Jadi bisa
4:24 disimpulkan bahwa tujuan dari inflasi
4:26 yang terkontrol itu adalah untuk menjaga
4:29 pertumbuhan ekonomi tetap berjalan sehat
4:31 dan stabil. Selama ia jinak maka inflasi
4:35 bukan musuh. Musuhnya itu ketika inflasi
4:38 tinggi yang tidak
4:42 terkendali. Jadi siapa yang kena dampak
4:44 dari inflasi? Jawabannya semua orang.
4:47 Tapi yang paling menderita terkena
4:49 dampaknya yaitu satu karyawan dengan
4:52 gaji tetap. Kalau perusahaan enggak
4:54 naikin gaji sesuai inflasi, maka tiap
4:57 tahun uang mereka makin kecil nilainya.
5:00 Dan kalaupun gaji enggak naik, tapi
5:01 harga-harga juga ikut naik, maka
5:03 sebenarnya pendapatan mereka menurun.
5:06 Dua, orang yang nabung uang di bawah
5:09 bantal. Mereka punya tabungan tapi
5:11 enggak diinvestasikan. Uangnya dibiarkan
5:14 nganggur dan makin lama makin enggak
5:16 bernilai. Uang R juta hari ini nilainya
5:18 enggak akan sama dengan R juta 5 tahun
5:21 lagi. Ini bisa dilihat dari
5:23 sejarah-sejarah yang sudah berulang.
5:25 Tiga, pelaku UMKM kecil, bahan baku
5:28 naik, biaya operasional naik, tapi daya
5:30 beli konsumen turun, maka margin mereka
5:33 makin tipis. Mereka ngeluarin sebagian
5:35 besar pendapatannya buat kebutuhan
5:37 pokok. Jadi, waktu harga kebutuhan pokok
5:40 naik, beban mereka paling besar. Maka
5:43 dari itu, kalau kalian enggak belajar
5:44 melindungi diri dari inflasi, cepat atau
5:47 lambat, hidup akan terasa makin berat
5:50 walau kerja kalian makin
5:55 keras. Nah, ini bagian terpenting gimana
5:58 caranya agar kalian bisa tetap bertumbuh
6:00 bahkan saat inflasi makin tinggi. Yang
6:03 pertama, jangan cuma nabung, tapi
6:06 investasi. Menabung penting buat jangka
6:09 pendek. Tapi kalau kalian mau lindungi
6:11 nilai uang dalam jangka panjang, harus
6:13 mulai dengan belajar investasi. Kenapa?
6:15 Karena inflasi itu ibarat air laut yang
6:17 terus naik. Kalau kapal kalian diam,
6:20 pasti akan tenggelam. Nah, berikut ini
6:23 adalah beberapa aset yang dikenal bisa
6:25 mengalahkan inflasi. Emas. Emas sudah
6:28 jadi pelindung nilai klasik sejak zaman
6:29 dulu. Ketika uang fiat melemah, emas
6:32 biasanya naik. Nilainya cenderung naik
6:34 jangka panjang, apalagi saat kondisi
6:36 global krisis.
6:38 Krypto dan aset digital. Ini tricky.
6:41 Beberapa orang percaya kripto kayak
6:43 Bitcoin bisa jadi lindung nilai terhadap
6:45 inflasi karena pasokannya terbatas. Tapi
6:48 volatilitasnya tinggi banget jadi harus
6:50 bijak. Volatil dan berisiko tinggi tapi
6:53 bisa jadi opsi kalau paham ilmunya.
6:56 Reksadana atau saham. Cocok untuk pemula
6:59 yang belum bisa milih saham sendiri tapi
7:01 tetap ingin investasi yang ngikutin
7:03 pertumbuhan ekonomi. Perusahaan yang
7:05 berkembang punya potensi menghasilkan
7:07 lebih banyak dan nilai sahamnya ikut
7:10 naik, khususnya saham perusahaan besar
7:12 yang terus tumbuh. Terakhir ada
7:14 properti, harga tanah dan bangunan yang
7:16 cenderung naik seiring waktu. Apalagi di
7:19 lokasi strategis. Meski butuh modal
7:21 besar, tapi nilainya cenderung meningkat
7:23 tiap tahun. Tapi ingat, jangan asal
7:25 ikut-ikutan. Edukasi dulu, pahami
7:28 risikonya, baru masukin dana. Kedua,
7:30 naikkan skill, naikkan income. Kalau
7:33 harga barang terus naik, satu-satunya
7:35 cara bertahan adalah naikkan pendapatan,
7:37 upgrade skill, ambil proyek tambahan,
7:40 cari penghasilan dari passion, atau
7:42 bahkan bangun usaha kecil-kecilan.
7:45 Karena di dunia yang terus berubah ini,
7:47 gaji tetap adalah risiko. Tiga, bijak
7:49 mengatur cash flow. Catat pengeluaran,
7:53 buat anggaran. Dan pastikan kalian tahu
7:55 ke mana uang pergi. Karena seringkiali
7:58 bukan kurang uangnya, tapi kita sendiri
8:00 yang enggak tahu ke mana aja uang itu
8:03 menghilang. So, guys, kalau kalian masih
8:05 muda dan baru mulai cari uang, ini
8:07 waktunya buat belajar satu hal penting
8:10 bahwa uang kalian itu bukan cuman harus
8:11 disimpan, tapi harus dilindungi. Inflasi
8:15 juga ngajarin kita untuk jangan pernah
8:17 bergantung sepenuhnya pada sistem. Kita
8:19 enggak bisa kontrol harga barang, kita
8:21 enggak bisa cegah krisis global. Tapi
8:24 kita bisa kontrol respon kita. Kita bisa
8:26 belajar, kita bisa adaptasi, kita bisa
8:30 siapkan pondasi keuangan yang kuat. Dan
8:32 itu semua dimulai dengan satu hal, yaitu
8:35 kesadaran. Bukan berarti kalian harus
8:38 jadi trader atau investor profesional,
8:40 tapi kalian harus tahu bahwa diam aja
8:42 itu bukan pilihan. Karena ketika kalian
8:45 diam, inflasi tetap jalan dan kalian
8:48 yang akan makin tertinggal. Inflasi itu
8:50 bukan badai besar yang tiba-tiba datang,
8:53 tapi dia itu kayak air laut yang terus
8:55 naik pelan-pelan dan tahu-tahu kalian
8:57 udah tenggelam. Jadi daripada
8:59 marah-marah karena harga nasi Padang
9:01 makin mahal, mending kalian mulai
9:03 edukasi diri, mulai investasi
9:05 kecil-kecilan, mulai belajar cara
9:07 lindungi uang kalian. Karena di era
9:09 sekarang melek finansial bukan lagi
9:11 suatu kelebihan, tapi kebutuhan. Mungkin
9:15 sekarang kalian belum punya aset,
9:17 mungkin sekarang kalian belum paham soal
9:18 investasi. Atau mungkin sekarang kalian
9:21 masih hidup dari gaji ke gaji. It's ok.
9:24 Yang penting kalian sadar, paham
9:26 masalahnya, dan mau ambil langkah.
9:29 Karena hidup di era modern ini bukan
9:31 soal siapa yang paling kaya, tapi siapa
9:33 yang paling siap. Jadi, mulailah dari
9:36 edukasi dari video ini, dari langkah
9:39 kecil yang kalian ambil hari ini. Karena
9:41 seperti kata Warren Buffett, risk comes
9:44 from not knowing what you're doing. Dan
9:47 sekarang kalian sudah mulai tahu apa
9:49 yang sedang terjadi. Namun pilihan
9:51 selanjutnya tetap ada di tangan kalian.
9:54 Saya Cuan Genzet untuk Genzet Education.
9:58 Yeah.