0:00 Ini roh setan, ini roh iblis, ini roh
0:04 jin, ini ruh orang mati, ini roh baginda
0:07 sallallahu alaihi wasallam. Itu mudah
0:08 cara ceknya. Siapa bilang susah? Yang
0:12 bilang susah enggak ngaji
0:14 tasawuf. Untuk apa kita ngaji kitab
0:16 tasawuf selama itu punya mursyid
0:18 sebanyak itu? Kalau enggak tahu juga
0:21 caranya apa? Tugas kalbu tasdik, taslim.
0:26 Tasdik, mempercayai, taslim menerima.
0:30 Percaya saja bahwa kalam guru kita
0:33 bersumber dari gurunya, dari gurunya,
0:35 dari Rasulullah sallallahu alaihi
0:37 wasallam. Jumpa beliau pasti hak.
0:40 Percaya aja, enggak usah mikir
0:42 banyak-banyak. Pikiran di sini, tasdik
0:45 di sini. Maka tasdik ujungnya
0:49 berpikir. Sudah baru baca ilahi
0:54 anta. Orang main baca-baca aja kalbunya
0:57 belum aktif. Qbunya masih mati, qbunya
1:01 masih tidur. Sudah baca ilahi anta
1:04 maksudi. Ya Allah, hanya Engkau
1:08 maksudku. Ah, ni perhatikan ya. Saya
1:12 dulu juga ngejek sufi, ngejek orang
1:14 maulidan. Sekarang penikmat
1:17 maulid. Kalau udah mahal qiam senang
1:19 kita ya. Dulu masyaallah kalau ada mahal
1:22 qiam ngapain lah orang ini khurafat?
1:28 Jadi hijab pertama yang harus dilewati
1:29 hijab apa? Angan-angan. Maka rasakan
1:34 guru di
1:36 hadapan.
1:38 Sudah. Sekarang hijab kedua, hijab
1:42 nafs. Ego
1:45 aku. Apa bahasa ego?
1:48 Aku. Aku ingin
1:51 jumpa. Aku. Aku wiridnya banyak. Masa
1:55 enggak jumpa. Aku mursyidnya banyak
1:58 ingin dapat ijazah. Aku aku aku. Ah itu
2:02 aku level yang parah itu agak rendah
2:05 dikit,
2:05 Pak. Zikir disuruh sama kiai nih. Ni
2:09 amalkan 1000 kali zikir apa? Selawat
2:13 Nurzati. Yah 1000 kali. Dimulailah
2:18 karena patuh kepada Romo Kiai zikir.
2:20 Allahumma shalli ala sayyidina Muhammad
2:23 Nur baru 20 lihat tasbih.
2:26 Ya Allah, pegal ya Allah. Ya, mulai
2:30 kesemutan tubuh yang zahir mengaku
2:34 mengatakan, "Ya Allah, aku
2:37 capek. Ya Allah, mata mulai ngantuk
2:40 enggak? Kalau zikiran, wiridan mulai
2:42 ngantuk enggak?" Ngantuk? Ah, itu aku
2:48 ego. Ini kalau bisa
2:51 dilewati baru tembus ke dalam kalbu.
2:56 dipastikan jumpa dengan yang tadi
3:00 diniatkan. Ini perhatikan niat bukan
3:03 pada fikrah. Niat bukan pada nafs. Aniah
3:07 fil qulub. Niah itu di dalam kalbu. Maka
3:11 jika disebut innamal a'malu bin niat,
3:15 amal itu yang dipandang Allah apa yang
3:18 diniatkan di kalbu bukan yang dilafazkan
3:22 di lisan. Maka ada wali sekali baca
3:25 setara 1000 karena dia baca dengan
3:28 kalbunya. Kita baca 1000 baru masuk ke
3:33 hati. Ini contoh di tarekiat lain
3:36 seperti Sid Ahmad Tijani. Dia bilang,
3:38 "Siapa yang baca selawat A, kita enggak
3:41 usah sebut setara dengan baca selawat
3:45 dalail 70.000
3:48 kali." Ini omongan kan bahaya kalau kita
3:51 enggak paham.
3:53 Kalian baca dalail kata beliau, tapi
3:56 hatinya enggak nyambung sama pikirannya,
4:02 fikrahnya. Baca 70.000 juga enggak ada
4:05 manfaatnya. Tapi baca selawat
4:07 al-Fatih kalbunya tidak lagi terganggu
4:11 oleh hawa nafsu dan pikiran sudah masuk
4:13 ke dalam sirnya. Barulah setara dengan
4:17 70.000.
4:21 Terus gimana cara ngelawan nafs ini, ego
4:25 ini? Nah, kembali ke hadis yang lama.
4:29 Hadis ini dinukil Imam Ghazali meskipun
4:31 hadisnya
4:33 difil ibrah boleh
4:36 dipakai. Falamma khalaqallahun nafs.
4:39 Tatkala Allah menciptakan namanya ego,
4:42 nafs, keakuannya makhluk.
4:46 Maka si akunya makhluk, si nafsunya
4:50 makhluk
4:52 ini berdialog. Kalau diriwayat itu Allah
4:55 yang berkalam, tapi di sir yang kita
4:57 terima itu roh yang berkalam. Kata roh
5:03 kepada nafsu. Wahai
5:06 nafsu, menghadaplah kepadaku. Kata
5:10 nafsu, "Man anta?" Kamu siapa
5:14 suruh-suruh aku?
5:16 Begitu enggak? Ada yang begitu enggak?
5:19 Mohon maaf nih, Bapak Ibu, kalau
5:21 cangkirnya belum
5:23 dikosongkan, bawa tareqat lain, ijazah
5:26 lain datang ke sini. Sedangkan Romo Kiai
5:30 Huda tarikatnya Sazili. Bapak, Ibu
5:33 mungkin TQN ke Naksqsobandiyah
5:34 Khalidiyah kayak Khalwatiah, kayak
5:37 Samaniah kalau datang ke sini
5:42 begini bukan begini, Pak.
5:46 Nah, kenapa? Karena masih cangkirnya ada
5:49 isinya belum dibuka, belum
5:53 ditosongkan. Itu ego. Ego merasa sudah
5:56 punya wirid. Apalagi sudah dapat ijazah
5:59 dari seorang mursyid. Uh,
6:03 duduknya dadanya
6:06 membusung, merasa dirinya sesuatu. Nah,
6:10 ini yang tadi disinggung oleh beliau di
6:12 awal.
6:13 Ini juga mengganggu orang
6:17 wiridan. Apalagi datang ke sini mau cek
6:20 ini sunah apa bidah. Ini sunah apa
6:23 bidah? Ah. Ah. Ini enggak sesuai nih.
6:26 Ini keluar dari manhaj
6:28 aswajani. Datangnya bukan mau cari ke
6:32 al-Haq. Datangnya mencari kesalahan.
6:35 Mohon maaf yang enggak punya
6:38 kesalahan wali apa nabi?
6:42 Yang enggak punya
6:43 kesalahan nabi. Kalau wali ada kesalahan
6:46 enggak? Situ sudah wali belum?
6:50 Kalau kita ini belum layak disebut wali,
6:53 ada salah enggak?
6:55 Kalau dicari-cari kesalahan ada enggak?
6:58 Maka kalau kita masih mencari-cari
7:00 kesalahan orang itu egonya jadi hijab.
7:05 Apalagi mencari kesalahan guru. Baru
7:08 saja membayangkan, merasakan guru di
7:11 hadapan, terbayang juga semua
7:15 kesalahannya. Enggak sukses-sukses
7:20 zikirnya. Sudah, sudah. Oke. Maka ulama
7:24 kita bagi nafs itu ada tujuh. Ah, ini
7:27 pembahasan sudah banyak yang mengkaji
7:29 nafs amarah, nafs mulhamah, nafs ya apa?
7:34 ee mutmainah terus radiah mardhiah,
7:38 insan kamil dan lain sebagainya. Saya
7:39 enggak usah bahas itu. Sudah kita putus
7:44 jalan cepat saja ya.
7:46 Ya. Sekarang baru masuk ke dalam
7:51 kalbu kalb yang mati Bapak Ibu yang
7:56 mati. Kullu
7:58 nafsin
8:00 zaqatul maut. Setiap
8:03 nafs merasakan mati. Jadi yang mati
8:08 siapa?
8:10 Nafs. QBU mati enggak? QBU mati itu di
8:14 saat orang masih hidup tapi dia menolak
8:16 kebenaran kalbunya
8:20 mati. Berarti untuk bab ini jangan
8:25 aktifkan fikrah, aktifkan kalbu. QBU itu
8:28 tugasnya cuma dua tasdik.
8:31 Taslim apa? Tugas kalbu tasdik. Taslim
8:36 tasdik mempercayai, taslim
8:39 menerima. Percaya saja bahwa kalam guru
8:44 kita bersumber dari gurunya. Dari
8:45 gurunya, dari Rasulullah sallallahu
8:47 alaihi wasallam. Jumpa beliau pasti hak.
8:51 Percaya aja, enggak usah mikir
8:53 banyak-banyak. Pikiran di sini, tasdik
8:55 di sini. Maka tasdik ujungnya
8:59 berpikir sudah baru baca ilahi
9:05 anta. Orang main baca-baca aja kalbunya
9:08 belum aktif. Qbunya masih mati. Qbunya
9:12 masih tidur. Sudah baca ilahi anta
9:15 maksudi. Ya Allah hanya Engkau maksudku.
9:20 Ah, ni perhatikan.
9:23 Perhatiin. Ternyata berniat jumpa
9:25 arwah-arwah juga enggak
9:28 boleh. Tujuan kita hanya Al
9:34 Allah.
9:36 Berarti kalau ingin
9:39 jumpa, perjumpaan itu hanya dengan satu
9:44 niat. Niatnya memperkuat rasa bertuhan
9:48 kepada Allah. Subhanahu wa taala.
9:52 Kalamkan yang dikalamkan Sayidina
9:54 Ibrahim. Apa kata Allah ketika beliau
9:57 meminta sesuatu? Kaifa tuhyil mauta?
10:00 Bagaimana engkau menghidupkan yang mati?
10:02 Dijawab oleh Allah tabaraka wa taala,
10:05 "Awalam tukmin." Apa kamu kurang
10:07 percaya? Jawaban Sayidina
10:11 Ibrahimna qbi hanya supaya menenangkan
10:14 hatiku ya Allah. Jadi kalau berperang di
10:17 hatinya, "Ya Allah, aku hanya bertujuan
10:20 kepadamu, tapi aku rindu jumpa rohaniah
10:23 guruku. Rindu jumpa kakekku, ibuku,
10:27 ayahku." Terus
10:29 gimana? Namun rindu ini ya Allah
10:32 bukanlah tujuanku. Tujuanku hanya
10:35 Engkau. Namun supaya hatiku tenang ya
10:38 Allah, kasih jualah ya Allah. Gitu pasti
10:41 dikasih sama Allah. Masa enggak dikasih.
10:44 Namun Allah kasih kapan, Bapak,
10:47 Ibu? Kapan Allah kasih? Jika
10:51 angan-angannya sudah
10:54 habis. Ini syarat wajib. Kita punya
10:58 sahabat-sahabat yang berzikir itu kalau
11:01 angan-angannya masih aktif enggak bisa
11:03 tembus. Enggak bisa tembus.
11:09 Ya. Jadi ada salah satu sahabat
11:13 kita dianggap orang enggak pernah
11:17 kasyaf. Orang-orang itu lapor ke saya.
11:21 Sianu enggak pernah kasaf, Bu. Ya. Saya
11:24 bilang, "Oh, tenang. Kamu kan enggak
11:26 tahu dia siapa."
11:29 Saya kalamkan ke orang
11:31 ini, "Syekh, ente kalau zikir
11:34 angan-angannya tutup, habiskan." Sehabis
11:38 angan-angan itulah kasyaf
11:41 pertama. Kasyaf itu ilmiah, Bapak, Ibu.
11:44 ilmiah bisa
11:46 dimasukin. Oleh karena itu antara
11:49 halusinasi
11:51 setan, antara halusinasi pikiran, antara
11:55 angan-angan pikiran, keinginan-keinginan
11:58 nafsu dengan nuraniah, nurnya kalbu itu
12:02 mudah cara ceknya. Mudah sekali. Ini roh
12:06 setan, ini roh iblis, ini roh jin, ini
12:10 roh orang mati, ini roh baginda
12:12 sallallahu alaihi wasallam. Itu mudah
12:14 cara ceknya. Siapa bilang
12:17 susah? Yang bilang susah enggak ngaji
12:21 tasawuf. Untuk apa kita ngaji kitab
12:23 tasawuf selama itu punya mursyid
12:24 sebanyak itu? Kalau enggak tahu juga
12:28 caranya, ah susah, Ustaz. Susah ente
12:31 pakai
12:32 ini karena kurang tasdik.
12:36 Maka ada tarekat namanya. Ini
12:38 canda-candaan orang-orang ini, Pak.
12:41 Tareqat ngintil. Tahu
12:43 enggak? Tareqat ngintiliah. Udah apa kat
12:46 guru ikut aja
12:50 gitu. Kenapa mereka merasa gurunya di
12:54 hadapan? Tapi kalau masih gimana
12:56 caranya? Yang ngomong gimana?
12:59 Siapa? Bagaimana caranya?
13:04 Saya mau tanya, lebih mulia
13:07 wali atau
13:11 syahid? Hm. Gimana?
13:14 Gimana? Orang syahid belum tentu
13:16 makrifat, Pak. Cuma dia tasdik aja sama
13:19 gurunya. Bilang berjuang, berjuang. Ini
13:22 gurunya wali yang ngajarin ilmu untuk
13:25 bisa syahid. Lebih mulia mana?
13:29 Wahl lah ini ajar