0:00 seolah-olah saya itu level cintanya
0:02 sudah sangat tinggi padahal ah Coba
0:04 tanya istri
0:06 saya para motivatur bilang kamu bisa
0:09 kamu mampu kamu harus meningkat itu dan
0:11 itu kan gak sesimpel kehidupan nyata Iya
0:15 akhirnya kita kejar itu sesuai dengan
0:17 ideal-ideal yang
0:20 dimotivatorkan tadi dan enggak dapat
0:24 pastikan yang masuk yang benar yang baik
0:26 yang penting J baik benar penting Iya
0:28 jadi ini sebenarnya Diwali
0:30 satu ketika sahabatnya datang pada dia
0:33 terus bilang begini wahai sokrates Saya
0:35 punya gosip yang menarik sokrates Bilang
0:38 Sebentar sebelum kamu cerita
0:40 gosipmu Jawab dulu tiga pertanyaan
0:43 [Musik]
0:50 saya ya tamu saya dari Jogja
0:53 langsung wah minta jadwal beliau luar
0:56 biasa masih mudah tapi ilmunya abangan
1:00 filsafat Doktor Profesor yo Profesor Kok
1:04 itu ada Profesor belum belum profes
1:07 profesornya insyaallah insyaallah ya
1:09 poknya doal jadi Dr fahruddin Faiz sudah
1:13 hadir studio Terima kasih Pak Mas sudah
1:15 sama-sama tadi naik kereta naik ini naik
1:17 pesawat sekalian delay biasalah sudah
1:21 saya ah beliau ini kan apa ya ahli
1:25 filsafatlah banyak menulis banyak
1:27 sharing tentang filsafat Kenapa sih Mas
1:30 suka filsafat itu ini kan ilmu tua
1:32 banget ya Mas Iya sebenarnya awalnya gak
1:34 sengaja
1:35 pakakaj jadi saya itu dulu waktu mau
1:39 kuliah itu ngambil jurusan filsafat itu
1:41 karena nak pengin kuliah Kara gak Pengin
1:44 kuliah karena gak Pengin jadi
1:46 teman-teman kuliah semua saya sebenarnya
1:48 masih gak Pengin kuliah Ti sama ibu saya
1:50 yo kuliahlah nak masa gak kuliah saya
1:52 masih tipe orang yang senang pengin
1:54 pindah dari Pondok ke pondok pada Z oke
1:57 oke oke akhirnya karena nak gak minat Ya
1:59 sudah saya masuk kemudian waktu ditanya
2:02 petugasnya Jurusan apa mas saya jurusan
2:04 yang paling gak laku
2:06 apa ini peluang aknya dimasukin filsafat
2:11 ini P Ya sudah di situ jadi awal-awal
2:13 malah saya gak ada ketertarikan juga gak
2:16 tahu apa itu filsafat tapi lama-lama
2:18 asik lama-lama asik Iya kapan dapat
2:20 keasikan filsafat itu Asik jadi mungkin
2:23 S1 semester-semester akhir UN ya Mas ya
2:27 Kalijaga Iya saya UN Kalijaga saya S itu
2:30 Samalah kayak ee mahasiswa yang lain S
2:32 penting kuliah asik-asikan aja gak ser
2:35 belakangan terus baru terasa asiknya he
2:39 jadi Asik itu karena saya melihat para
2:42 filosofi itu unik ya kadang masalah yang
2:45 sama itu bisa dilihat dari banyak sekali
2:48 perspektif dan kadang-kadang setiap
2:51 perspektif itu ketika kita paham Iya ya
2:53 ini benar terus begitu ganti filosofi
2:56 yang lain pikirannya beda tapi ini
2:58 rasanya ya benar juga itu bagi saya
2:59 menarik jadi oh filsafat itu membuat
3:02 kita berpikir ya Pak ya I sejatinya
3:04 berpikir jadi memancing kita untuk
3:08 merenung untuk berpikir itu meskipun
3:10 sekedar kita misalnya baca buku filsafat
3:12 iszing aja itu biasanya kita terpancing
3:14 untuk iya ya memang seperti itu atau
3:16 mungkin membantahnya he jadi filsafat
3:20 kalau dihafalkan saja gak menarik gak
3:22 menarik gak menarikarik jadi makanya
3:25 kalau ada orang yang sekedar hafal
3:27 teori-teori filosofi itu bagi saya gak
3:30 menarik kalau sekedar itu ya sekarang
3:31 tetap kalah sama chat GPT
3:35 kalah sekarang yang justru menariknya
3:39 ketika kita bisa genuin kalau versi
3:41 meskipun kita setelah menjelajah ke
3:43 mana-mana Oh kalau versi saya begini itu
3:46 menurut saya jadi chat jbt menjadi
3:48 ancaman untuk para filsuf-filsuf ya dari
3:51 sisi repetisi pengulangan mungkin
3:54 hafalan itu mungkin kita kalah sama C JB
3:57 tapi gagasan baru original as itu
4:00 menurut saya memang ada ada suatu yang
4:01 baru Mas bukannya ini hasil renungan
4:04 rumilah siapalah gitu chat GPT itu kan
4:08 hanya mengulang saja King Nah kita yang
4:12 bisa pikiran Rumi yang luar biasa itu
4:14 misalnya yang kita Sambungkan dengan
4:16 konteks kita hidup kita itu melahirkan
4:19 genuinitasnya sendiri jadi di situ ya
4:21 seninya tu di situ Iya jadi menurut saya
4:23 yang itu gak bisa cat gvt jawab karena
4:26 dia gak tahu hidup kita seperti apa pada
4:28 Pada momen mana Mas fahudin akhirnya
4:30 Wih Apa filsafat hiasik Iya Adakah satu
4:34 kejadian gitu nulis skripsi Pak ilm
4:37 nulis skripsi S2 S1 S1 jadi ketika saya
4:41 nulis skripsi saya itu tentang Kahlil
4:44 Gibran Oh ya filsafat cinta he jadi
4:48 meskipun awalnya dikritik itu sama dosen
4:51 saya nulis kok cinta opo-opo kok
4:53 difilsafati mok y nanti jangan-jangan
4:55 besok ada filsafat menanak nasi Apa
4:57 filsafat
4:59 emang ang Apa judul skripsi ini sama
5:02 cinta memangagi beliau lagi jatuh cinta
5:04 waktu he anak muda anak muda terus terus
5:08 Nah itu saya dapat banyak perspektif
5:10 menarik ketika menjelasai
5:12 gagasan-gagasan tentang cinta itu
5:13 macam-macam dari yang sangat negatif
5:15 sampai yang sangat positif tentang dan
5:18 rasanya rasanya ini ya kalau
5:20 disambung-sambungkan dengan hidup kita
5:22 yo ada relevansinya semua nyambung semua
5:25 itu yang menurut saya Menar Aku
5:26 penasaran bagian dari filsafat tentang
5:30 bahwa Cinta itu apa ya Enggak enggak
5:33 baik atau apa ada gitu ya Mas ya he ada
5:35 kan orang yang ada negatifnya cinta itu
5:37 ya cinta itu kan ada yang bilang
5:40 menyakitkan menyakitkan I Iya menderita
5:42 menyakitkan Iya karenaerita dibalik
5:45 cinta itu kalau orangnya masih egois itu
5:47 biasanya ya cinta itu membawa dia
5:49 berkorban macam-macam Sacrifice Iya jadi
5:52 harus melakukan ini melakukan itu yang
5:55 dia tidak inginkan Demi Cinta Demi Cinta
5:57 Dan itu kadang-kadang terus jadi
5:59 menyakitkan kalau orang yang masih
6:01 egonya kuat itu ketika dia mencintai itu
6:03 mesti akan sangat menyakitkan he jadi
6:06 makanya nanti banyak teori-teori cinta
6:09 yang model seperti Rumi dan lain
6:11 sebagainya tadi mengarahkan ya cinta itu
6:14 justru istimewanya ketika kita bisa
6:15 menaklukkan ego menaklukkan ego ya Iya
6:19 sementara kita berkorban ini kan bagi
6:22 orang-orang yang egonya masih kuat itu
6:23 pahit tetapahit menyakitkan wong kita
6:26 hidup ini inginnya nyari nyaman nyari
6:28 senang kok malah Naris susah kalau Mas
6:32 sudah di level mana nih
6:34 cintanya
6:38 kepo Kalau kalau saya itu y masih
6:42 belajar P ilmu untuk karena nak Gampang
6:44 sih kalau di teori kan semudah itu kita
6:47 ngomong menaklukkan ego tapi gak
6:49 segampang itu kita menjalankan cinta
6:51 yang benar-benar unconditionional itu
6:53 Nak sesimpel itu kita harus terus
6:55 belajar untuk mengalahkan ego kita
6:58 makanya saya itu ya paling ngeri kalau
7:01 ngomong-ngomong tentang cinta kan konten
7:04 saya banyak itu ya isinya cintacint tapi
7:06 itu juga paling universal mas paling J
7:08 besar gak gitu seolah-olah saya itu
7:11 level cintanya sudah sangat tinggi
7:13 padahal ah Coba tanya istri
7:17 saya perlu Diko ini Iya istri saya kalau
7:20 dengar saya ngomong cinta Mungkin
7:21 sayaambil nyapu sama
7:24 alah alah iya Yangti saya itu gak
7:28 segampang itu kata-kata tentang cinta
7:31 dari filsu mana yang mas parin eh ini
7:34 banget megang banget ada banyak sih Rumi
7:37 juga banyak misalnya Rumi ketika bilang
7:40 ketika aku belum mengalami cinta itu
7:43 Mulutku faseh sekali ngomong cinta ini
7:45 cinta itu begitu mengalami sendiri
7:48 ternyata gak bisa ngomong sudah saya gak
7:51 bisa berdiri lagi tidak se mudah kalau
7:55 kita berteori begitu ngalami sendiri itu
7:58 sudah beda
8:00 ya Bagi saya W ini dan kalau seperti
8:03 Katanya siapa misalnya Mahatma Gandi
8:05 kapanpun ada cinta di sana ada kehidupan
8:07 Oh itu menurut saya dalam sekali
8:10 kata-kata itu karena ya hidup ini kalau
8:14 memang tidak ada cinta gak ada yang
8:16 nyambung kita gak ada yang merekat kita
8:18 kemudian isinya kita hanya kompetisi
8:20 saja s itu memang gak gak nikmat hidup
8:24 gak nikmat jadi rasanya kok kering
8:27 rasanya gitu kalau filsu-filsuf barat
8:29 siapa yang apa yang dikagumi oleh Mas
8:31 parin ada filosuf psikolog yang yang ini
8:35 sering saya sampaikan di
8:37 kajian-kajian bukan Eris from Eris from
8:41 dari Iya dia nulis the art of loving
8:44 Mungkin Pak Er pernah baca bukunya seni
8:47 mencintai Oh itu buku lama banyak banyak
8:50 terjemahannya ada satu terori yang
8:52 menarik dari saya jadi urusan mencintai
8:54 itu bukan urusan falling in love
8:56 sebenarnya He tapi lebih urusan standing
9:00 for love standing for love berdiri untuk
9:02 c Iya jadi Kal kalau falling in love itu
9:06 intuitif saja kita itu punya dorongan
9:09 jiwa untuk mencintai memang potensi kita
9:11 Fitrah kita mencintai tapi yang lebih
9:14 penting itu standing for love-nya jadi
9:16 ketika rasa itu muncul kita sudah jatuh
9:19 cinta Apa yang harus kita lakukan Nah
9:21 itu standing for love itu standing for
9:22 love Iya jadi banyak orang yang tidak
9:26 mampu mengelola cintanya dengan baik
9:28 terus kayak t menderita susah terus yang
9:31 disalahkan cintanya he padahal mungkin
9:33 ya dia yang belum mampu mengelola rasa
9:36 itu mengelola cinta itu secara positif H
9:39 sehingga akhirnya cinta jadi variabel
9:41 yang mendestruksi hidupnya I Karang
9:43 mursak ya Mas ya Iya jadi kadang merusak
9:46 cinta yang berlebihan Ah gitu loh jadi
9:48 itu cinta yang tidak disampaikan jadi
9:50 makanya kata Eris ini Jerman beliau jadi
9:54 kata eriswam ini satu yang jarang
9:58 diperhatikan orang
10:01 asa yang indah-indah yang padahalru
10:05 kalau itutintif saja orang mampuapi
10:08 bagian standing for love tadi bagaimana
10:10 kita menegakkan cinta itu kita harus
10:13 belajar makanya beliau bukunya diart of
10:16 loving seni mencintai cukup bes sang
10:19 pada zamannya bes beliau ini seorang
10:22 psikoanalis
10:25 sebenarnyaay beliau muridnya penerusnya
10:28 ini justru Iya peng pelanjutnya Freud
10:31 masuk mazhab psikoanalis dan ya
10:34 filsafatnya eksistensialis sebenarnya Ca
10:36 Dia psikoanalisme cinta itu yang di
10:39 antara tema besar yang dia sebut he dia
10:43 tulisannya banyak sih termasuk dia nulis
10:45 lari dari kebebasan misalnya itu
10:47 tema-tema menarik kalau di filsafat yang
10:50 beliau tulis segitunya Mas segitu detail
10:53 ya ya itulah menariknya filsafat he jadi
10:58 hal-hal yang menurut kita Allah gitu
11:00 bisalah saya ngertilah saya
11:04 ternyata mampulah saya ternyata gak
11:07 kalau digali Ditanya itu juga
11:09 ptang-panting kita saya itu kadang di
11:12 kelas juga ya sama mahasiswa
11:13 kadang-kadang bener Ma kamu ngerti cari
11:15 objek yang paling simpel terus
11:17 definisikan itu kadang mereka ya
11:19 pontang-panting itu FS Pak De Iya jadi
11:23 misalnya apa mendefinisikan kursi saja
11:25 itu kita kadang ya bingung kan Kursi
11:28 adalah tempat duduk nanti digugat sama
11:30 orang filsafat apa semua tempat duduk
11:32 kursi terus nanti Oh iya kursi itu
11:35 tempat duduk yang kakinya empat nanti
11:38 opo semua kursi ada kakinya atau
11:41 jangan-jangan ini melatih kita untuk iya
11:44 ya kadang-kadang kita itu rasanya kayak
11:47 banyak ngerti tapi sebenarnya mungkin
11:49 kita lebih banyak gak ngertinya masin
11:51 setuju enggak Kalau Ilmu Filsafat itu
11:55 ilmu toh Ya itulah ilmunya orang tua
11:56 karena anak sekarang milenial Genzi itu
11:59 nyambung filsafat itu Pak He dari sisi
12:03 kedalaman memang banyak dikritik Kalau
12:06 genensi hari ini lemah jadi berpikir
12:08 yang agak mendalam karena budaya kita
12:11 hari ini memang arahnya agak ke apa ya
12:15 mungkin bahasa kasarnya agak dangkal He
12:18 kan ada ada kum itu seorang filosuf
12:21 namanya yang brodiat dia bilang hari ini
12:25 tindakan komunikasi itu lebih
12:28 dipentingkan dar daripada makna
12:30 komunikasi tindakannya lebih
12:32 dipentingkan daripada maknanya maknanya
12:34 jadi saya gak tahu yang saya omongkan
12:36 ini benar apa gak dalam apa gak penting
12:38 apa gak yang penting saya harus ngomong
12:40 yang penting saya harus Posting yang
12:41 penting saya harus komen yang penting
12:43 saya harus tampil jadi peradaban seperti
12:46 ini nanti menghasilkan gaya hidup yang
12:48 dangkal suatu hal yang mengkhawatirkah
12:52 mengkhawatirkankah bagi soang Iya karena
12:54 apalagi terus ditambahi ritme yang orang
12:58 menyebutnya k zaman serba cepat He kita
13:01 dangkal dan cepat itu Ada banyak hal
13:04 Terlewatkan pasti ada banyak hal penting
13:07 yang itu harusnya kita kelola dengan
13:10 lebih dalam tapi ya Terlewatkan begitu
13:12 saja karena dikejar terus kita kan kayak
13:15 orang kaget terus itu tiap hari isu baru
13:17 Wu baru jadi kan ada MOS ya m berita itu
13:20 kan datang ke kamar tidur kita Iya kan
13:24 ke kabar kecil kita gitu dan mesti kan
13:27 selalu serba yang mengagetkan kan berita
13:30 itu makanya kata yang Bria tadi
13:32 masyarakat kita itu masyarakat epilepsi
13:35 epilepsi Ayan Ayan jadi kayak orang ayan
13:39 orang ayan itu kan kalau pas lagi kumat
13:41 kejang-kejang Terus santai lagi terus
13:43 kejang-kejang lagi jadi kita begitu baca
13:46 berita kaget kejang oh kok begini itu
13:48 nah kita agak santai mulai ada orang
13:51 gegerannya belum selesai berita baru
13:53 lagi kaget lagi kita itu makanya
13:55 sekarang banyak orang sakit jantung tiap
13:57 hari kaget Oh I Iya Jadi knya kata dia
14:01 Wah itu masyarakat kita hari ini tuh
14:03 kayak orang sakit epilepsi kaget terus
14:05 kejang terus santai kejang terus sampai
14:08 dan ini tidak sehat tidak sehat secara
14:12 intelektual he di luar ada banyak
14:15 kecanggihan kemudahan hidup ya
14:17 disrupsinya itu ya kita hidupnya tidak
14:20 kontemplatif dan terjadi pendangkalan ya
14:23 pendanggalan jadi orang itu kalau
14:25 kehilangan kontemplasi pertama yang
14:27 hilang misalnya kreativ
14:29 he inovasinya mesti nak muncul Wong dia
14:32 hanya mengikuti arus saja jadi dia tidak
14:36 punya genuinitas dia tidak punya makna
14:40 hidup jadi dia gak ngerti makanya banyak
14:43 anak-anak hari ini yang keluhan utamanya
14:45 kan sakit mental itu karena dia Iya
14:48 kehilangan jati diri kehilangan ee makna
14:51 hidup akhirnya mudah mudah stres
14:55 keluhan-keluhan mahasiswa yang ke saya
14:57 itu sebagian besar dua kalau gak over
14:59 thinking insecurity itu sudah sama anxiy
15:02 iya sama itu sudah terus penyakit paling
15:05 populer hari ini asam
15:07 lambungitu Apa hubungannya Iya kan kalau
15:10 orang cemas panik dan lain sebagainya
15:12 tetap lambung nanti k kalau kita sama
15:14 bikin pabrik obat asam lambung asam
15:17 lambung asam lambung ini fakta yang
15:19 dihadapin oleh Mas apa for sebagai dosen
15:23 jadi mahasiswa-mahasiswa itu kan saya di
15:24 sana Ada forum kajian filsafat itu
15:27 mahasiswa Ya curuhatnya sebagian besar
15:29 begitu Jadi paniknya mereka cemasnya
15:33 mereka kalau dulu mungkin orang lebih
15:35 stabil ya menatap masa depannya karena
15:37 nak tahu macam-macam itu untungnya
15:40 sekarang ngerti segalanya akhirnya malah
15:42 cemas Apa saya bisa apa saya mampu
15:46 sejauh mana saya bisa menjangkau itu
15:48 melahirkan kecemasan sendiri Bu Iya
15:50 kecemasan I makanya Kemarin saya baru
15:53 saja itu membahas filosuf dari Korea
15:56 Selatan meskipun tinggalnya di Jerman
15:58 namanya Bang chulhan dia nulis buku yang
16:01 judulnya The Burn Out Society the Burn
16:04 Burn Out Society jadi masyarakat yang
16:07 kelelahan burn out Iya jadi sekarang Mas
16:11 istilah istilah
16:12 genj Burn Out ni Git Iya Burn Out jadi
16:14 masyarakat kita sekarang Burn Out he
16:17 Bukankah ini efek dari banjir informasi
16:20 antara lain kita itu kan hari ini ngerti
16:22 macam-macam hal yang ideal yang baik
16:25 yang seharusnya apalagi para motivator
16:27 bilang kamu bisa kamu mamp kamu harus
16:29 men dan itu kan gak sesimpel kehidupan
16:33 nyata Iya akhirnya kita kejar itu sesuai
16:36 dengan ideal-ideal yang
16:39 dimotivatorkan tadi dan enggak
16:43 dapat kita kejar lagi tetap gak dapat
16:46 kita akhirnya kita kelel masyarakat kita
16:48 banyak kelelahan kelelahan kelelahan
16:51 jadi targetnya terlalu banyak karena
16:54 dapat banjir informasi macam-macam tadi
16:56 gak fokus masalah mana yang harus di
16:59 dulu prioritas mana yang harus
17:00 didahulukan akhirnya semua inginnya
17:03 perfect akhirnya kita kelelahan sudah
17:07 aku kemarin posting Mas aku kan ke
17:09 kampusku di standan di punauoran I
17:13 sekarang pindah ke Bintaro nah di depan
17:15 itu ada tukang sate tukang soto eskl
17:18 Pemuda Iya itu dari tahun '81 ke kuliah
17:21 mereka di situ Pak orangnya itu-itu aja
17:24 heeh enggak juga kepikir mau nambah
17:26 cabang memperbanyak bangku gak juga
17:29 begitu aja tapi happy banget anaknya
17:31 sarjana aku aku tinggal posting Lihat
17:34 Mereka bahagia banget jadi kalau
17:36 kamuembahagia kurangin ambisimu Oh yang
17:39 pos Yang komen banyak banget banyak
17:41 termasuk pengetahuan jadi saya ketemu
17:43 bahwa ternyata kan kita sering ya ilmu
17:46 seluas-luasnya informasi
17:47 sebanyak-banyaknya Saya justru ketemu
17:49 ada filsuf muslim Imam Ghazali
17:52 teman-teman kata beliau bahkan ilmu pun
17:55 gak boleh berlebihan H jadi ilmu itu
17:59 yang pas saja H yang sesuai secukupnya
18:02 saja nah sesuai jadi ilmu yang pas
18:05 secukupnya itu istilah beliau itulah
18:06 yang disebut hikmah
18:09 ah jadi gak harus berhambur-hamburan
18:13 informasi macam-macam kalau kalau gak
18:15 ada gunanya ya buat apa informasi
18:18 macam-macamlah Siapa yang mau cerai
18:19 Siapa yang baruan itu kalau gak ada
18:21 gunanya buat apa kata Imam Ghazali
18:25 Sudahlah kurang juga negatif lebih juga
18:28 negatif he yang pas saja relevan sesuai
18:31 penting untuk hidup kita kemudian itu
18:33 yang kita jalankan Jangan berlebihan
18:35 Jangan
18:36 berlebihan mikir juga jangan ya kita
18:39 menybnya overthinking
18:41 itu kita harus sadar batas juga Nah
18:45 justru di situ nanti kuncinya bahagia
18:48 Oke teman juga jangan teru banyak juga
18:50 ya Mas ya Iya Pilihlah I Iya kita jangan
18:52 semua ditemanin gitu ya Pak jadi ini
18:54 sebenarnya kearifan lama segala sesuatu
18:57 tetap lebih yang jelek Kurang juga J
19:00 Jadi pas saja secukupnya ya kalau Islam
19:04 ya kirul umuri
19:05 ausatuha tengah-tengah saja pas saja
19:08 jangan berlebihan Apakah itu teman
19:10 Apakah itu saya sering ilustrasikan
19:13 segala yang terlalu pasti negatif
19:14 termasuk hal baik he orang baik itu kan
19:17 bagus tapi kalau teman sudah bilang ke
19:19 kita kamu terlalu baik itu negatif kan
19:22 ada orang saleh kamu terlalu Saleh itu
19:24 bagi saya negatif sudah ada yang terlalu
19:27 itu negatif masa itu ngadapin beberapa
19:30 teman saya ya yang terlalu baik he semua
19:34 dibantu jam .00 pagi minta dibantu dia
19:37 datang Mas tapi orang ini saya ketemu
19:39 dua tiga tuh Iya kalau dia menghadapin
19:42 hal yang sama dia minta bantu dan
19:45 temannya yang normal ini saya katakan
19:47 normal lagi gak mauembantu enggak
19:49 membantu atau ya pagi aja dia marah Mas
19:51 dia marah I itu itu kayak gitu enggak
19:54 dia ngukurnya dengan dirinya dia ngukur
19:56 dengan dirinya Dia pikir orang lain sama
19:58 dengan dirinya Heeh jadi orang yang
19:59 belum itu sama kan kalau ada mahasiswa
20:02 rajin gak pernah main gak pernah apa
20:04 belajar terus dia akan melihat temannya
20:06 yang oh kok nongkrong kok main kok itu
20:08 dia akan nganggap negatif negatif Iya
20:11 karena ukurannya dirinya sendiri He jadi
20:13 dia nak sadar kalau dia agak berlebihan
20:16 Sudah sudah Ya dia orang baik tapi
20:18 terlalu baik itu sudah sudah teru baik
20:20 juga tidak baik Iya terlalu baik juga
20:22 tidak baik he wong apa ya saya sering
20:25 ceritakan itu Nabi Muhammad itu pernah
20:28 ada sahabat itu yang ingin Pokoknya saya
20:32 mau salat malam terus gak tidur-tidur
20:34 mau ada yang saya pengin puasa terus
20:37 hidup ini Pokoknya puasa Terus saya
20:39 pengin nak nikah hidup untuk agama saja
20:41 tapi semuanya ditegur oleh nabi oleh
20:43 Nabi apa kata nabi aku ini nabi aku
20:47 tidur juga bangun jadi Maksudnya Yo
20:49 malam ya salat malam tapi juga ada
20:51 tidurnya Aku puasa juga buka puasa dan
20:54 aku nikah nah ini teman-teman yang punya
20:58 tekad tidak menikah ini dimarahi sama
21:00 nabi ini dan aku nabi dan aku menikah I
21:03 terus anikahu sunati nikah itu sunahku
21:06 yang gak suka sunahku
21:09 gak Iya makanya jadi maksudnya ini
21:13 jangan berlebihan bahkan untuk agama pun
21:15 jangan berlebihan Jangan berlebihan Jadi
21:17 terlalu baik pun tidak baik tidak baik
21:20 jadi wong kalau kita kadang-kadang
21:22 anak-anak hari ini kan gitu kalau nolak
21:24 ditembak terus Wah mohon maaf kamu ngak
21:26 cocok sama aku kamu terlalu baik terlalu
21:28 baik malah ditolak karena terlalu baik
21:32 malah jadi enggak nyaman orang gitu loh
21:35 jadi kita nyari yang biasa sajaalah baik
21:38 sudah jangan terl terlalu pintar Bagus
21:41 jelek Jadi teru pintarek saya itu pernah
21:44 saya punya si Mbah ya saya itu senang
21:46 membaca P Ilmi zaman kecil saya pernah
21:49 dimarahi oleh si Mbah karena nak begitu
21:52 caranya y kamu bagus rajin tapi
21:56 main-mainlah sana jangan jangan Baca
21:58 terus jangan belajar terus Heeh jadi
22:01 karena memang ya terlalu pintar Juga
22:03 negatif he pintar saja sudah he karena
22:07 segala yang terlalu itu konotasinya
22:09 terus jadi negatif apalagi terlalu bodoh
22:11 ya terlalu bodoh apalagi tapi De kte kan
22:15 menganjurkan kita untuk berpikir kan
22:17 karena dia bilang kita itu ada karena
22:19 kita berpikir berpikir ya Jadi ya memang
22:23 penciri utamanya manusia itu di banyak
22:26 filosoff n hanar dekat itu berfikir Heeh
22:29 bahkan sejak zaman Aristoteles kan
22:32 definisinya manusia itu binatang yang
22:34 berpikir binatang berpikir animal
22:36 rasional makanya saya sering wanti-wanti
22:40 kalian harus berpikir ya karena begitu
22:43 kalian gak berpikir karena definisimu
22:45 itu binatang yang
22:47 berpikir kalau hilang berpikirnya
22:50 tinggal binatangtinggal
22:52 binatang jadi hakikat kita itu ya yang
22:57 membedakan dengan yang lain berpikirnya
22:59 akal budi kita jadi kuncinya di situ
23:03 makanya ya W bidangnya filsafat menurut
23:06 saya Ya nyambunglah dengan minat saya
23:09 Untuk menggarap bidang
23:11 pemikiran berpikir sudah memilih jurusan
23:15 yang benar ya begitu menekuni filsafat
23:17 makanya tentang filsafat ya saya tadi
23:20 karena awalnya begitu Saya biasanya
23:22 mendefinisikan saya di dunia filsafat
23:24 itu tersesat di jalan yang benar
23:28 Mel akhirnya ya
23:31 ketemu asal kuliah akhirnya ya ketemu
23:35 menariknya bidangnya fils enggak pernah
23:38 menyesal ngambil filsafat gak sejak dulu
23:42 jadi mungkin karena
23:44 juga saya mikirnya itu ndak terlalu
23:47 panjang Pak Ilmi wong saya lulus S1 itu
23:50 bapak saya lah terus ini mau
23:53 apa lulus filsafat mau bidangnya Apa itu
23:58 saya gak punya rencana apa-apa saya
23:59 bilang Gak tahu Pak terus terus bapak
24:01 saya gini ya sudah kalau gak punya
24:02 rencana yo ke sawah saya kan anak desa
24:05 anak k Desa engak ke sawah terus Waduh
24:10 ngeri saya Pak Ilmi lihat saya kecil
24:11 gini kalau ke sawah kan mengerikan itu
24:13 akhirnya Sudahlah Pak saya mau balik ke
24:15 Jogja sayau tak nyari beasiswa saja
24:17 kuliah S2 akhirnya dapat dapat UIN juga
24:21 UIN juga S3 juga UIN S3 juga udah UIN
24:26 lagi bukan ya apa UIN UIN udah jadi di
24:28 apa namanya sekolahnya Iya awalnya I Iin
24:32 dulu IAIN ya Pak akirnya aku pernah
24:34 ngasih ceramah di
24:36 situ pernah sharing i jadi ini UN ini
24:40 lagi top nih ya ya sekarang ya ketika
24:42 jadi UN kan eh ilmu-ilmu umum masuk di
24:46 sana Jadi universitas UIN paling hebat
24:48 ini di Makassar itu
24:51 ya W gila
24:54 aduhikir cari kerja Sudah mikir akhirat
24:56 saja duitnya dicetak sendiri di cetak
25:00 sendiri gitu Iya iya ee di Indonesia
25:04 siapa filsuf atau ahli filsafat yang Mas
25:07 suka ada banyak jadi Sejak sejak dulu
25:11 sih saya melihat tokoh-tokoh pergerakan
25:14 kita itu banyak pikiran-pikirannya
25:16 filosofis luar biasa termasuk Ronggo
25:18 Warsito itu filsafat he filosof
25:20 pikiran-pikirannya dalam sekali fos
25:22 dalam sekali ya pujangga-pujangga dalam
25:23 sekali kalau Indonesia itu saya suka
25:25 filosuf Jawa sih sebenarnya iya ya ya Ki
25:28 Ageng suryentaram Oh enggak banyak
25:31 didengar namanya ya
25:33 jadi buku tentang Beliau juga banyak
25:35 jadi bagi saya ini beliau filosuf kalau
25:39 yang lain mungkin masih ee apa ya kayak
25:42 ronggow Warsito itu bau kebatinannya
25:45 masih kuat iya spiritualitasnya kuat ah
25:49 kalau yang beliau ini Kang suro mentaram
25:51 ini anu memang apa ya rasionalitasnya
25:55 kuat rasionalitas semacam apa Mas tapi
25:58 filsafat hidup misalnya dia punya
26:00 filsafat begini antaranya yang saya
26:02 ingat bahwa manusia itu sebenarnya sama
26:06 saja rasa hidupnya Hm rasa hidup Rasa
26:10 hidupnya siapapun dia posisinya jadi
26:13 beliau menyebut Semua orang pasti rasa
26:16 hidupnya adalah sebentar senang sebentar
26:19 susah Hm gak ada orang itu kok senang
26:22 terus atau susah Iya jadi kata beliau
26:26 maka kalian sedang di posisi tinggi atau
26:30 sedang di posisi rendah gak usah gelisah
26:33 rasanya sama saja yaitu sebentar senang
26:36 sebentar susah banget ya Iya jadi Oh iya
26:40 ya kita itu ya di posisi mana pun Ya
26:42 sebentar senang sebentar susah gak ada
26:45 orang itu yang susah terus gak ada
26:47 senangnya atau senang terus gak ada
26:50 orang itu mesti naik turun yang
26:51 membedakan kan durasinya saja Mungkin
26:53 ada yang tapi pada saatnya ya susah Ada
26:56 yang pahit tiba-tiba ada senangnya dan
26:58 pasti begitu nah ini tema-tema seperti
27:01 ini menarik atau beliau punya filosofi
27:03 hidup ini Mulur dan mungkret Mulur dan
27:06 mungkret jadi Mulur itu mengembang
27:09 mungkret itu menyusut jadi orang itu
27:11 nanti hubungannya dengan rasa yang sama
27:14 jadi kalau kita menginginkan sesuatu
27:17 terus tercapai He ini ngak berhenti
27:20 kalau manusia itu dia akan Mulur Mulur
27:23 itu ya dia mesti ada keinginan
27:24 selanjutnya he jadi akhirnya harusnya
27:27 dia bahagia sih tapi terus yo susah lagi
27:30 karena berjuang lagi karena dia matok
27:32 cita-cita yang selanjutnya tapi kalau
27:35 keinginan ini gak tercapai biasanya
27:37 mungkret mengerut mengerut misalnya Saya
27:40 pengin lulus semester Del ternyata
27:44 sampai 9 gak lulus gak apa-apalah 10 ya
27:46 gak apa-apa itu mengkrut kan jatnya jadi
27:49 orang akan begitu standar saya kalau
27:51 nyari jodoh begini begini begini gak
27:53 dapat dapat Ya sudahlah gini saja dapat
27:55 gitu kan jadi harusnya tidak terpenuh
27:58 keinginan itu sedih tapi Karena manusia
28:02 itu prosesnya terus mengerut
28:03 keinginannya jadi gak terlalu sedih lagi
28:06 sama tadi yang harusnya terpenuhi
28:08 keinginan itu senang tapi karena
28:09 mengembang lagi keinannya ya Gak kayak
28:11 filsafat Jawa ya Mas Untung terus
28:13 pokoknya Iya jadi melihat apa-apa itu Oh
28:17 jadi dari sisi ininya jadi orang itu
28:19 sudah Ini saudaranya ya Semua orang
28:21 sebenarnya punya alasan untuk
28:23 bahagia jadi arahnya nanti ke sana
28:26 tinggal masalah ngeset ambisinya I Iya
28:28 Jadi tinggal kita kalau kita pahami
28:31 proses itu Oh ternyata bisa begitu saya
28:35 juga ngalami sih kalau yang bagaimana
28:37 orang itu melihat positifnya saja saya
28:41 pernah naik base Ilmi dari Jogja ke
28:43 Mojokerto saya Sinya Mojokerto itu
28:46 padahal pendek jaraknya kalau zaman itu
28:48 bisa 67 jam He Itu sama bnya dipindah
28:53 tiga kali Hm dioper t dioper tiga kali
28:58 itu saya jengkelnya luar biasa tapi
29:00 bapak-bapak sebelah saya itu dengan
29:02 santanya senyum-senyum Alhamdulillah ya
29:04 mas bayar satu naik basnya
29:09 tig itu gak nyampai pikiran saya ke situ
29:12 dia Iya Dia mikirnya ke sana iya ya kita
29:15 bayar satu ngapain marah-marah gitu jadi
29:18 selalu ada bisa kita ada sudut yang
29:21 bersukur kita B orang ja bilang untung
29:23 terus untung terus itu jadi untung kena
29:26 kaki untung enggak mati lah Iya jadi
29:30 selalu ada sudut untuk kita merasa
29:32 beruntung Oh Keren ya saya malah belum
29:35 pernah dengar nama beliau pun enggak
29:38 pernah jadi ini sury mentaram ini
29:40 anaknya raja yang Kemudian beliau nak
29:44 mau hidup di istana sampai dicari-cari
29:46 oleh ayahnya Jogja ni jogjaung ku buon
29:50 sampai ketemu ketemu dia sedang jadi
29:53 tukang gali suumur Oh iya iya di daerah
29:57 mura sana nah terus kemudian Dipanggil
29:59 lagi samp begitu Ayah beliau meninggal
30:02 setelah beliau mengantarkan ke pemakaman
30:04 terus semua bajunya dibuka terus dia
30:07 lesean minum dawut pinggir jalan merasa
30:09 Alhamdulillah bebas Saya mungkin
30:11 setengahnya begitu Jadi beliau kok tetap
30:14 enggak mau kembali ke istana gak mau ini
30:17 ini tokoh besar nanti kalau di Jogja itu
30:19 beliau satu tandem satu paket dengan
30:22 kiajar Dewantoro deant Jadi kalau kiajar
30:25 itu pendidikan untuk anak-anak Heeh
30:27 kalau beliau yang bagian Didik
30:29 orang-orang dewasa Oke jadi beliau yo
30:31 konsultannya pak karno konsultannya para
30:34 Oh hidupnya di era-era itu Iya era itu
30:37 jadi konsultannya para tokoht pergerakan
30:40 Iya makanya satu satu paket sama Ki
30:42 Hajar pada zamannya Mas banyak orang
30:45 mengatakan filsuf itu atau ahli filsafat
30:47 itu jago
30:48 ngomong Iya karena di antara
30:50 kompetensinya filsafat itu ada namanya
30:53 retorika berdebat bukan berdebatnya sih
30:57 se Iya menyampaikan gagasan gagasan
31:00 secanggih apapun isi pikiran kalau kita
31:02 gak bisa menyampaikan gak ada gunanya I
31:05 kayak
31:07 R beliau dengan retorikanya sendiri ya
31:10 jadi retorika itu kan luas Pak Il kadang
31:13 untuk mancing orang biar Perhatian untuk
31:16 menarik orang biar ee menggali menemukan
31:19 sesuatu itu kadang y aneh-aneh Kadang
31:21 unik-unik iya jadi gayanya beda-beda
31:24 para filosoff itu gayanya aneh-aneh
31:26 beda-beda he jadi ma mulai dari yang
31:29 lembut sampai yang paling urakan itu di
31:32 sejarah filsafat macam-macam sudah cara
31:34 retorikanya membangunkan orang agar mau
31:37 berpikir tiba-tiba seorang Nit bilang
31:39 Tuhan sudah mati itu kan kita kaget
31:41 semua Iya tap W bisa dia Iya dia bisa
31:45 menjelaskan orang kan terus mengkerut
31:47 Terus apa sih maksudnya Terus dia
31:49 menggali belajar Mungkin ada yang
31:51 mengkritik tapi kan sukses membuat
31:53 banyak orang berpikir mengevaluasi
31:55 kembali keberagamaan harus unik jadi
31:57 fils gitu Supaya apa yang disampaikan
31:59 menjadi didengar orang terdengar gitu
32:01 Masya jadi paling tidak gagasannya
32:03 nyampai memicu orang untuk merenungi
32:06 hidupnya itu menurut saya penting dan
32:09 gak harus setuju sih tetapi kemudian dia
32:12 berpikir merenungi hidupnya sendiri ya
32:14 rasanya enggak ada betul salah dalam
32:15 filsafat ya Tinggal bagaimana dari dari
32:17 sudut pandang mana kita meninjaunya ya
32:20 Pak Iya Jadi mungkin dari sisi metode
32:23 bisa diuji kan koherensinya
32:26 konsistensinya m bisa di
32:28 kadang-kadang ngujinya gunanya misalnya
32:30 itu secara pikiran sih canggih tapi apa
32:32 bisa diterapkan apa berguna
32:34 kadang-kadang gitu Jadi bisa majem-majam
32:36 cara menguji kebenarannya jadi tidak
32:39 sekedar ini benar apa gak gak sekedar
32:41 itu ada banyak sisi kita bisa menguji
32:44 satu gagasan mungkin satu pikiran benar
32:47 sih kalau dari aspek misalnya
32:49 koherensinya logisnya macam-macamnya
32:51 tapi dari aspek bisa diterapkan atau
32:54 tidak ah itu nanti dulu itu jadi itu
32:58 bisa berjarak antara teori dengan
33:01 kenyataan misalnya mas komen dong Mas
33:04 tentang sekarang kan isu yang paling
33:06 besar itu adalah tidak diterimanya atau
33:08 dikritiknya gensi dalam dunia kerja he
33:13 saya saya dengarkan Mas cukup banyak
33:15 ngomong tentang ini ya Iya jadi saya
33:19 banyak orang menyebut genensi hari ini
33:21 itu dengan segala kelemahannya dan
33:23 macam-macamnya kalau saya sebenarnya
33:26 mereka ini punya keistimewaan juga dan
33:29 banyak tapi ada beberapa titik yang apa
33:33 ya Menurut saya mungkin pak Ilmi pernah
33:36 dengar istilah straobberry Generation
33:38 generation ya Jadi mereka ini lemah di
33:41 resiliensi yang pertama Ya jadi jadi
33:44 mereka gak tangguh mereka kalau ada
33:46 masalah dropnya cepat Iya terus
33:49 fightback-nya lambat lama jadi
33:52 sederhananya banyak orang kritik
33:54 misalnya mereka gak tahan banting he
33:56 tidak tahan dikritik Iya gak tahan
33:58 dikritik engak Tahan enggak bisa
34:00 dimarahin Ini sebabnya banyak termasuk
34:03 karena yo peradaban hari ini peradaban
34:05 digital yang itu mereka ngerti
34:08 macam-macam terus mereka jadi sulit
34:10 fokus he hari ini kan kita sulit
34:14 sekali distraksinya banyak jadi mau ini
34:16 mau itu kemudian godaannya juga banyak
34:19 mungkin mereka mau serius di satu bidang
34:22 tapi kok kelihatannya ini menarik ya
34:25 terus lat terus ikut teman nah kayak
34:28 kayak gini itu yang jadi problem tapi
34:30 sebenarnya kalau dari sisi kualitas
34:31 kecanggihan menurut saya mereka mungkin
34:34 bisa lebih canggih daripada generasi
34:35 sebelumnya karena mereka difasilitasi
34:38 oleh H banyak teknologi dan gizi lebih
34:41 bagus jug ah gizinya lebih bagus
34:43 sayangnya ya itu tadi mereka karena
34:45 terlanjur saya sering pakai analisis
34:48 agak ngasal sih mereka ini generasi yang
34:50 nyaman sejak kecil I enak sejak kecil
34:54 gak pernah susah hidupnya kayak zaman
34:56 saya dulu misal nya kalau pengin lampu
34:59 terang ya mompa dulu kalau itu
35:02 yaetrom kalau pengin mandi nimb dulu
35:05 kalau pengin mereka gak jadi mereka
35:07 mudah sejak awal kalau kita masih ada
35:10 banyak kesulitan-kesulitannya nelepon
35:12 saja dulu Betapa sulitnya pakai telepon
35:15 umum itu pakai lama sekali Ngalam saya
35:18 ngalami pakai benang enggak pakai kawat
35:20 bukan benang kawat yang tipis itu
35:23 masukarik lagi
35:26 lag n itu Zaman itu masih banyak
35:30 kesulitan masih ada banyak keterbatasan
35:32 itu efeknya kita lebih tangguh nah
35:35 mereka ini ee yang akhirnya sering dapat
35:39 kemudahan sejak awal saya gak banyak
35:42 dapat masalah akhirnya ya itu tadi
35:44 ketangguhannya resiliensinya agak kurang
35:48 mungkin
35:49 juga
35:51 ada dosa kita sih andil kita andil kita
35:54 dalam Parenting kita yang Parenting kita
35:56 yang mid mereka jadi kadang orang tua
35:58 hari ini Itu kan mungkin karena terlalu
36:01 sayang ya karena mungkin dulunya mereka
36:03 ini hidup susah terus anak saya jangan
36:05 sampai itu salah jangan sampai sesusah
36:09 saya tadi Mungkin sempat saya ceritakan
36:11 sekarang misalnya banyak lembaga
36:13 pendidikan itu yang mahal-mahal di
36:16 asramakan dengan segala fasilitas karena
36:19 orang tuanya khawatir kalau ini nak
36:21 mahal jangan-jangan anak
36:23 sayaakak dieni ya Kay kayak gitu l
36:27 itu sekarang gak murah ya Mas ya iya ada
36:29 ada ada banyak sekarang Sekarang jadi
36:32 anak saya sendiri kalau di pesantren itu
36:33 ya Ada cateringnya ada
36:36 laundrinya jadi kayak kayak gini nih oh
36:39 ya Nikmat Enak cuma saya sendiri kadang
36:42 misalnya mbok yo ditaruh di pesantren
36:44 yang itu kata simbah-simbahnya ndak ndak
36:47 tegas ya nak tegas Iya jadi
36:50 jangan-jangan memang itu Andil kita
36:52 kadang-kadang jadi akhirnya mereka Jadi
36:55 kurang tangguh menghadapi itu itu yang
36:58 padahal ya dunia kerja hari ini kan
37:00 sudah kejadian nih Mas apa menurut apa
37:03 Mas e farahudin nasihat kepada anak-anak
37:07 Genzi yang sekarang kasihan Pak
37:08 dikata-katain Pak Iya dianggap enggak
37:11 bisa kerja pad mereka pintar-pintar tak
37:13 pikir kalau saya ya sarannya ke
37:16 teman-teman gensi Ayo diperlambat
37:19 sedikit ritme hidupnya diperlambat
37:22 sedikit Iya agak kontemplatif sedikit
37:25 selama ini kan kita semua sebenarnyaak
37:27 mereka lari terus gak ada berhentinya he
37:30 Ayo kita mulai agak reflektif saya itu
37:33 apa dan bagaimana minat saya apa Saya
37:36 ingin serius di mana Lebih kontemplatif
37:38 lah dikitahya ayo lebih kontemp Iya
37:42 jadilah lari ketabrak lari lagi ketabrak
37:45 sering begitu jadi ayo lebih
37:46 kontemplatif kita baca diri kita saya
37:49 itu sebenarnya minatnya apa sih punya
37:50 tujuan apa saya itu terus strategi untuk
37:53 ke sana apa skill Apa yang harus saya
37:55 tambahi kemampuan Apa kelemahan saya di
37:57 mana itu bagi saya penting untuk semua
38:00 teman-teman gensi jadi kebanyakan kita
38:04 sekarang gak pernah mikir tujuan hidup
38:07 gak pernah mikir punya cita-cita
38:09 orientasi apa Ke mana itu yang kemudian
38:12 yo pokoknya Gimana caranya berkarir
38:15 gimana caranya punya gaji besar Gimana
38:18 caranya masuk Perusahaan kita selalu
38:20 berlomba di situ semua balapan ke situ
38:23 semua Iya jadi kita kurang kontemplatif
38:28 Iya jadi ayo dirim sedikit Ayo lebih
38:31 kontemplatif cari momen-momen untuk
38:33 merenungi berpikir he itu mungkin di
38:36 situ gunanya tadi filsafat saya pikir
38:39 apa nasihat itu bukan hanya untuk Genzi
38:41 ya untuk semua kita juga iya untuk semua
38:44 kita sih khususnya genj lah kalau karena
38:46 kalau kita kan mungkin kita menganggap
38:48 wah ini sudah sudah selesai
38:51 selesai saya sudah gak terlalu optimis
38:54 Kalau usia-usia kayak saya ini bisa
38:56 berubah seperti apa tapi yang gen Tapi
38:58 minimal untuk memahami Parenting gen
39:01 benar juga terlalu memberikan
39:03 kemudahan-kemudahan semua jadi mereka
39:06 harus dilatih untuk menghadapi dunia
39:10 nyata yang enggak sesimpel dunia orang
39:12 Sur Iya Jadi kalau saya kuncinya di situ
39:16 biar mereka lebih
39:18 tangguh ya itu kita
39:24 semua jadi sekarang sekarang ngajar tiap
39:27 hari di di Iya di in jadi saya terus di
39:30 Jakarta juga gak Kalau di Jakarta itu
39:33 anu saja sih Saya ada satu kelas dosen
39:36 tamu di Sahid he cuma ya itu satu kelas
39:40 satu semester setengah semester karena
39:42 ngajarnya berda tapi yo dapat barokahnya
39:46 covid zaman dulu saya ke Jakarta 2
39:49 minggu sekali ngajar sekarang ada Zoom
39:53 ada ini kalau gak ada covid saya gak
39:55 ngerti ada teknologi ba santai akhirnya
39:59 ngajarnya jarak jauh gampang gitu jadi
40:03 masin mungkin bisa memberikan nasihat
40:05 tentang jiwa-jiwa yang gelisah gitu ya
40:08 jiwa-jiwa yang gelisah kan banyak banget
40:09 nih Pak tiba-tiba Saya dengar psikolog
40:11 itu kebanjiran pasien gitu tidak hanya
40:14 dari gensi tapi di atas-atasnya mungkin
40:16 bagaimana kita memaknai supaya kita
40:19 hidup bahagia jadi kalau saya sih ini
40:22 saya pinjam teori saja Nggih Pak ilmiah
40:25 ada teori ada filosuf muslim terkenal
40:27 namanya Ibnu sinah Ibnu sinah Oke beliau
40:30 punya Iya punya teori mental he yang
40:32 menarik he kata beliau orang sehat itu
40:37 yang pertama pastikan sehat jasmani ini
40:42 ini mutlak kata beliau he sepintar
40:45 apapun kita secanggih apapun kita kalau
40:48 sakit gak ada gunanya J ini pastikan
40:51 maka revolusi kita tetap yang pertama
40:53 hidup
40:54 sehat kata beliau jadi ayo Ayo hidup
40:57 yang sehat yang kedua pikiran yang
41:01 jernih jadi pikiran yang jernih itu
41:04 rumusnya seperti Imam Ghazali tadi Ayo
41:06 kita mulai selektif yang kita masukkan
41:08 ke kepala kita Oke mungkin kadang-kadang
41:11 ada informasi gak sengaja masuk tiktokan
41:13 tiba-tiba masuk apa tapi pastikan itu
41:15 gak dianggap penting dan disisihkan saja
41:18 gak harus Jadi beban pikiran ini pikiran
41:20 kita akan lumayan lebih bersih lebih
41:23 jenuin ini masalah jiwa ya Pak ya iya
41:25 masalah ke jiwanyaat juga jadi karena
41:28 kegelisahan kita itu sebagian besar
41:30 karena hal-hal gak penting yang kemudian
41:33 mengabaikan tugas-tugas utama pokok itu
41:36 katanya yang cerita kapal itu tenggelam
41:38 bukan karena air di
41:41 kilingnyaya air yang masuk ke
41:44 dalamu i jadi kalau yang gak penting di
41:47 dibu singkirkan saja gak masalah kalau
41:51 rumusnya sookrates tiga untuk
41:52 menyingkirkan itu apa beliau ini
41:55 teorinya terkenal namanya trip filter
41:58 triple filter ya triple filter itu
42:00 pastikan yang masuk yang benar yang baik
42:02 yang penting jadi baik benar penting Iya
42:05 jadi ini sebenarnya diawali cerita sih
42:07 satu ketika sahabatnya datang pada dia
42:10 terus bilang begini wahai sokrates Saya
42:12 punya gosip yang menarik sookrates
42:14 Bilang Sebentar sebelum kamu cerita
42:17 gosipmu Jawab dulu tiga pertanyaan saya
42:20 H pertanyaan pertama gosipmu itu pasti
42:23 benar gak jawabannya temannya pastikan
42:26 dulu k temannya ya namanya gosip y gak
42:29 pasti benar bisa benar bisa salah Oke
42:31 berarti berita yang kamu bawa gak pasti
42:33 benar berita yang kedua yang kamu bawa
42:36 berita itu tentang hal yang baik apa hal
42:39 yang buruk ter jawabannya temannya ya
42:41 yang namanya gosip yang viral itu mesti
42:43 Yang buruk-buruk kalau yang baik-baik
42:45 gak ada orang mau cerita Oke pertanyaan
42:48 ketiga kata sokrates Seandainya aku ngak
42:51 tahu Berita yang kamu bawa ada masalah
42:53 gak buat saya jawabnya temannya ya gak
42:56 ada sih kamu tahu gak tahu juga gak
42:57 ngefek apa enggak usah nah kalau gitu
42:59 gak usahlah Ngapain capek-cek ini
43:02 penting ya Ini penting jadi kalau
43:04 pertanyaan terakhir ini penting
43:06 Seandainya saya nak tahu masalah nak gak
43:08 masalah ya ngapain
43:10 cabek-cek capek-cabek mendengar ya Jadi
43:13 yang yang baik yang benar yang
43:17 pentingenting jadi kalau Oh Jangan
43:19 semuanya diserat Jangan semuanya di
43:22 jadi kita jadi Isinya Gak karu-garuan
43:24 jadi berkaitan dengan itu kayak dulu
43:26 waktu saya di SD nih enggak tahu zaman
43:28 pakjenengan itu kan ditulis tuh Di
43:30 dinding-dinding sekolah mensano
43:33 incorporesano iya di dalam jiwa yang
43:35 sehat pasti e di dalam badan yang sehat
43:38 ada jiwa yang seh Iya jadi memang
43:40 basicnya memang menarik itu basicnyaang
43:43 udah gak lagi Tuh diajarin Mas zaman
43:45 saya itu penting tuh Wah ituano
43:46 incorporano tuh zaman dulu saya sekolah
43:49 itu malah ada lima prinsip apa
43:52 kebersihan ketertiban itu sekarang gak
43:54 ada sudah
43:57 tu apa kopormu di sana koporku di
44:00 sini itu
44:04 segalangorpor jadi itu yang kedua yang
44:06 ketiga bersih hati bersih hati Heeh itu
44:10 nanti banyak teorinya dan yang terakhir
44:11 yang keempat spiritualitas h paling
44:15 tidak kesadaran bahwa kita masih punya
44:17 Tuhan punya tuhan itu seberat apapun
44:20 masalah sesusah apapun anu tetap Ayo
44:22 kita sadari Kita punya tuhanan tempat
44:25 mengadu Heeh jadi kita kalau sudah punya
44:29 Tuhan apa sih yang harus kita depresikan
44:31 1 2 3 satu apa Mas jadi badan sehat
44:34 badan sehat oke Ya pikiran jernih
44:38 pikiran jernih hati bersih hati bersih
44:41 dan
44:44 spiritualitas ketersambungan dengan Sang
44:47 Pencipta Ah ini membuat hidup kita lebih
44:49 tenang
44:50 n kadang-kadang kita yang pertama saja
44:53 kan montang-manting
44:55 memenuhij nyindir
44:58 Saya paling sulit di istriku
45:04 seret-seret secakih apapun kita kalau
45:06 pas sakit kan Ya sudah hilang semu
45:09 hilang semua sudah oke Mas Terima kasih
45:11 banget Matur suun yo luar biasa sudah
45:14 waktu ke sini berjuang tadi k maacetan
45:17 Jakarta gak terlalu Macet Alhamdulillah
45:20 Saya membayangkan ini panjang ini sampai
45:21 sini habis magrib ternyata lebih lancar
45:24 Jogja juga Ah mulai
45:25 macet akhir pekan itu sudah isinya orang
45:29 Jakarta semua Oke wow luar biasa nih
45:33 daging semua nih saya lama enggak bilang
45:34 daging Semua jadi pantaslah saya ngincir
45:37 tolong dong saya bilang sama Bayu undang
45:39 dong anak Budha anak Buda lagi belia
45:42 Buda banget lahir 75 lah ya jadi belum
45:45 50 Mas pas
45:47 ini tahun 2025 api kata-katanya
45:52 sejuk ikut paling penting bukan rusuh G
45:55 ini Bu fils yang rusuh-rusuh gitu ya ya
45:58 semoga kita mendapatkan rma banyak ya
46:01 dalam rangka mencapai kebahagiaan
46:03 ketenangan batin itu yang paling penting
46:06 ke depan kita mungkin akan menghadapi
46:08 banyak sekali perubahan-perubahan ya
46:10 geopolitik geoekonomi yang menangnya
46:12 Trump akan membuat kita mempengaruhi
46:14 juga Indonesia tapi kita siap ya karena
46:16 kita punya benteng yang sangat luar
46:18 biasa kita jumpa lagi dengan tamu saya
46:20 selanjutnya bye bye Terima kasih sudah
46:22 menonton helm bicara jangan lupa untuk
46:25 like komen share dan subscribe
46:32 [Musik]
46:39 [Musik]
46:48 [Musik]