0:00 PSSI akhirnya buka suara soal tidak
0:02 dipanggilnya Elkan Baget ke timnas
0:03 Indonesia disebut dia fokus di klub.
0:06 Sebelum lebih jauh aku enggak pernah
0:07 bos-bos sana untuk ingatkan teman-teman
0:08 ketika teman-teman tonton video ini,
0:10 jangan lupa tekan tombol like dan tombol
0:12 subscribe karena aku mendapatkan data
0:13 statistik. Banyak nonton kanal YouTube
0:14 Tom Deski ternyata belum menekan tombol
0:16 subscribe. Jadi aku harap kawan-kawan
0:18 melakukannya. Salah satu exco PSSI Pak
0:20 Arya Sinulingga akhirnya buka suara soal
0:22 tidak dipanggilnya Elkan Bagot secara
0:25 utuh. Elkan Bagot ini sudah lama kita
0:27 tanya dan mengatakan bahwa dia fokus
0:29 untuk di klub. Jadi ya kita serahkan
0:31 semua kepada Elkan juga sebagai pemain
0:34 dan kita hargai dan hormati Elkan yang
0:36 memang fokus bermain di klubnya.
0:39 Walaupun mungkin lagi libur tetapi tetap
0:42 fokus di sana. Ditambahkan di samping
0:44 itu kita melihat posisi back kita ada JI
0:46 Jazz, Rizki Rido dan sebagainya yang
0:48 cukup kuat juga. Jadi oke kita maju
0:51 terus dan beri semangat kepada Orat
0:53 Mangun dan Elkan Bagot. Dari pernyataan
0:58 PSSI ada tiga poin besar. Yang pertama
1:00 alasan Elkan Bagot tidak bergabung ke
1:04 timnas yaitu fokus ke klub. Kemudian
1:07 kedua, timnas ataupun PSSI menghormati
1:11 keputusan yang dimiliki oleh Elcan.
1:14 Kemudian ketiga secara garis besar ada
1:16 ini yang m-backup ataupun secara posisi
1:20 sudah ada pemain yang menempati Elkan
1:22 Bag dengan statement kita melihat posisi
1:25 back kita ada Jid Jazz Rizki Rido dan
1:27 sebagainya yang cukup kuat juga tentu
1:31 ini kita masih melihat ataupun mendengar
1:35 statement dari PSSI dari pihak Elkan
1:38 Baget semenjak ada drama dengan timnas
1:41 ataupun pihak-pihak tertentu itu tidak
1:45 ada statement yang frontal dijelaskan
1:48 hingga pada titik orang-orang pun
1:51 bingung apa sebenarnya yang terjadi dan
1:54 memunculkan spekulasi. Ada yang menyebut
1:57 ini sebenarnya PSSI sendiri yang ya
2:01 membendung dirinya membuka pintu
2:03 terhadap Elkan. Di sisi lain ada yang
2:05 menyebut Elkan Bagot ini sudah ee tidak
2:08 mau bergabung ke timnas Indonesia.
2:12 beragam spekulasi kawan-kawan. Kalau
2:15 kita
2:16 bicara secara umum ya, ini ada
2:20 timnas. Timnas memanggil pemain. Kita
2:23 enggak bicara Indonesia aja. Timnas di
2:25 seluruh dunia ini. Timnas memanggil
2:28 pemain. Nah, lalu ketika dipanggil,
2:31 ditanyakan, dilakukan komunikasi,
2:33 ternyata pemain ini bilang, "Aku fokus
2:35 ke klub aja." Ah, padahal jadwalnya
2:38 libur. Ini enggak ada kalender di
2:40 klubnya. Aku fokus ke klub aja lah. Nah,
2:43 itu ironis banget sebenarnya
2:46 ketika terjadi, Kawan-kawan, lucu aja.
2:49 Di saat kalau kita bicara timnas sudah
2:52 memanggil mau itu timnas Brazil,
2:55 Argentina, Spanyol, Itali, ya harusnya
2:58 itu menjadi
2:59 sebuah ya bargaining position yang
3:02 menguntungkan terhadap pemain sepak
3:05 bola. Karena apa, Kawan-kawan? Kalau
3:07 misalnya pemain sepak bola
3:09 bermain bersama timnas di level
3:11 internasional, maka exposure-nya itu
3:14 dahsyat banget. Kalau kita bicara Elkan
3:17 bermain di timnas, kalau dia ikut laga
3:20 internasional Indonesia di dataran Asia,
3:23 namanya pun akan besar. Talent scouting
3:27 pun akan melihat. Kemudian media-media
3:30 pun akan mengekspos. Salah satu contoh
3:33 terhadap pemain Indonesia.
3:35 saat Arhan ya kalau aku tidak salah main
3:37 di AFF kemudian tampil mempesona membuat
3:42 Talent Scouting pun yang menyaksikan
3:43 Arhan mencoba melirik Pratama Arhan itu
3:47 sendiri. Nah, terkhusus
3:49 terlebih Indonesia sekarang ini berlaga
3:52 di babak kualifikasi Piala Dunia. Ini
3:55 babak kualifikasi Piala Dunia yang
3:57 diingin-inginkan seluruh pemain di
3:59 belahan dunia.
4:01 Kawan-kawan bayangkan exposure luar
4:03 biasa. Itulah harapan ending pemain
4:06 sepak bola masuk nih Piala Dunia apalagi
4:09 berhasil mengangkat Piala Dunia. Kan
4:10 agak ironis saja, agak lucu kan kalau
4:13 misalnya
4:15 timnas memanggil pemain ataupun
4:17 menanyakan terhadap pemain, "Ah, aku
4:19 fokus aja ke klub walaupun sedang libur
4:23 ini." Nah, jadi kayak enggak masuk
4:25 logika aja sederhana kayak gitu. Atau
4:28 misalnya nih timnas Argentina memanggil
4:30 Messi. Aku fokus di klubku aja Miami.
4:33 Misalnya dipanggil Bellingham atau
4:35 siapap punlah itu. Cristiano Ronaldo.
4:37 Fokus terhadap klub itu gimana itu ya
4:39 agak unik
4:41 aja
4:43 di apa di level internasional itulah
4:46 salah satu ee apa talent
4:49 scouting pemandu bakat melihat
4:52 pemain-pemain yang bertebaran di dunia.
4:54 Apalagi Alkan Baget
4:56 posisinya apa ee masih muda usianya kan
5:00 punya prospek besar cerah untuk di masa
5:04 yang akan ee datang Kawan-kawan.
5:06 Kemudian yang kedua ketika hal tersebut
5:09 terjadi atau ada polemik antara timnas
5:12 dengan pemain. Sekali lagi kita bukan
5:14 hanya bicara level Elkan Baget di dunia
5:16 di luar sana pun kan banyak case-kase
5:18 seperti itu, Kawan-kawan ya. ditanya aja
5:20 rasa nasionalisme ataupun kebanggaan
5:24 dari pemain tersebut kepada negara yang
5:29 ia miliki. Nah, itu normal sih ya. Di
5:32 posisi spekulasi terhadap Elkan Baget
5:34 ini pun kan ada muncul statement seperti
5:36 itu. Ini Elkan Baget enggak ada
5:37 nasionalismenya. Sekali lagi kita kan
5:39 masih hanya melihat dari satu sisi ini.
5:42 Kita enggak melihat dari sisi Elkan
5:44 Bagat. Kalau kita bicara media harus
5:46 juga melihat dari berbagai sudut. enggak
5:48 bisa hanya melihat dari satu sudut
5:51 pandang. Itu baru dua aja. Yang ketiga,
5:53 nilai komersial naik. Kita melihat dari
5:57 pemain timnas kita, Justin
5:59 Hner, Martin Pass itu dua cas, dua
6:03 contoh kawan-kawan. ketika mereka
6:04 bergabung ke timnas, debut menjalani
6:07 laga bersama timnas, followers naik,
6:10 brand masuk, sponsor masuk dengan segala
6:13 macam dan itu meningkatkan ya value dari
6:18 sisi kantong mereka.
6:23 Dan
6:24 ketika semakin jauh perjalanan timnas
6:27 suatu negara itu, kawan-kawan
6:30 kebayanglah kalau kita bicara Argentina
6:32 juara Piala Dunia.
6:35 Kemudian secara otomatis itu exposurnya
6:37 pun dahsyat datang kepada pemain-pemain
6:40 dari Argentina. Contohnya apa? Henzo
6:42 Fernandez ketika ia berhasil menjadi
6:46 juara dunia bersama Argentina kemarin,
6:49 harganya kawan-kawan melambung tinggi.
6:52 Yang sebelumnya dia datang dari bangku
6:55 cadangan di laga pertama enggak main
6:58 menghadapi Arab Saudi. Di laga kedua
7:00 dilakukan evaluasi dimainkan Enzo
7:01 Fernandez. Ternyata settle ini Enzo
7:04 Fernandez tadi membuat bem bem bem bem.
7:07 Itu salah satu yang diharapkan oleh
7:09 pemain sepak bola. Nah, kemudian yang
7:12 keempat meningkatkan mental dan
7:14 kematangan daripada pemain. Nah, ketika
7:17 kita ikut level turnamen kelas tinggi,
7:20 Kawan-kawan, menghadapi otomatis
7:22 lawan-lawan kelas berat juga. Ketika
7:24 kita sudah terbiasa menghadapi high
7:26 intensitas pertandingan, lawan-lawan
7:28 yang super keren, secara mental,
7:31 kematangan pun akan terbentuk. Itu
7:33 sebenarnya terlihat teraplikasi dengan
7:35 timnas kita sekarang. Banyak
7:36 pemain-pemain diaspora.
7:37 Sebelum-sebelumnya saat timnas kita
7:39 diisi dari pemain-pemain Liga Indonesia
7:42 yang main di liga lokal, Kawan-kawan.
7:44 Saat menghadapi negara A, negara B yang
7:46 secara positioning lebih tinggi, kita
7:48 under pressure tuh sebelum bermain sudah
7:50 takut. Tapi ketika datang pemain
7:53 diaspora kayak setara, rasa takut itu
7:56 enggak ada. Mental tiba-tiba terbentuk
7:59 seperti udah matang banget gitu. Nah,
8:01 itulah akibat daripada pemain diaspora
8:04 kita terbiasa bermain di dataran Eropa.
8:07 Di dataran Eropa sepak bola secara
8:10 pembinaan, secara kurikulum, secara
8:11 pemberian ilmu sudah
8:13 benar. Nah, bayangkan kalau misalnya
8:16 pemain-pemain tersebut mengikuti
8:18 turnamen levelnya level lebih tinggi dan
8:22 itu akan sangat menguntungkan terhadap
8:25 individunya dan secara umum
8:28 terhadap klubnya, Kawan-kawan. Kemudian
8:31 poin selanjutnya prestise ataupun bisa
8:34 menghasilkan sebuah warisan yang besar.
8:36 Ya, kalau misalnya kita juara Piala
8:38 Asia, juara Piala Dunia, juara euro, itu
8:40 kan legasi yang sangat amat luar biasa
8:43 terhadap kita di masa pensiun nanti. Dan
8:48 ya pemain-pemain sepak bola sekarang
8:49 Iker Casias, Lionel Messi, Ronaldinho,
8:52 Ronaldo Botak, kemudian ya siapalah
8:56 pemain-pemain beken ketika mereka sudah
8:58 pensiun karena prestasi yang sebelumnya
9:01 sangat amat
9:02 dihormati di kalangan pelaku sepak bola.
9:05 Dan otomatis ketika mereka berkarir di
9:07 level internasional, mereka pun akan
9:10 mendapatkan bonus insentif yang ya bisa
9:15 meningkatkan kantong mereka dari hadiah
9:19 yang dikasih misal presiden, federasi,
9:21 dari pihak-pihak tertentu dan yang
9:24 terakhir ini yang luar biasa pentingan,
9:27 kawan-kawan ya jaringan network yang
9:30 semakin
9:31 luas kita menghadapi
9:34 Ini eh salah satu legenda Chelsea
9:37 Michael Aseng kan pernah main di Pers
9:42 Bandung. Aku rasa pemain-pemain Persi
9:45 Bandung ya pasti sangat senang mereka.
9:48 Kenapa? Karena secara networking
9:52 mereka mengenal Eseng bisa menjalin
9:55 komunikasi dengan Eseng itu salah satu
9:57 pintu yang bisa saja membuka rezeki
9:59 mereka di karir dunia sepak bola. atau
10:03 Peter Mingi bersama Madura United di
10:05 Liga Indonesia.
10:07 eh networking yang dimiliki oleh pemain
10:09 Madura United pasti terbuka semakin luas
10:11 dengan adanya Peter Odemigi. Nah,
10:13 kebayang kan kalau misalnya
10:15 pemain-pemain timnas
10:16 kita menghadapi kita bicara konteks
10:19 menghadapilah menghadapi Brazil, Italia
10:22 di Piala Dunia lawan siapapunlah itu
10:24 atau di level Asia menghadapi Jepang,
10:26 Korea
10:27 Selatan mereka kan akan mereka kan akan
10:30 menghadapi eh Sonongmin atau
10:33 pemain-pemain bintang Jepang. Nah, kan
10:35 ada kalanya kadang kalau misalnya
10:37 terjadi permainan di atas lapangan tukar
10:39 jersey atau misalnya permainan dari satu
10:43 pemain ini oke, dimention itu oleh
10:45 pemain lawan dan
10:47 DM-DM-an ataupun untuk apa fallback
10:50 Instagram itu kan salah satu membuka
10:53 networking yang bisa saja ee
10:56 menghasilkan rezeki, menghasilkan jalan
10:59 baru terhadap pemain yang bertemu dengan
11:02 level permainan ataupun pemain yang
11:04 lebih tinggi daripada dia. Nah, jadi ya
11:07 kembali ironis saja kalau kita bicara
11:10 konteks pernyataan yang disampaikan PSS
11:13 ya, kalau ada pemain yang lebih memilih
11:15 fokus terhadap klub. Nah, tapi ini masih
11:19 dari posisinya PSSI. Aku sungguh-sungguh
11:23 berharap ada ini statement dari Elkan
11:26 Bagat. Aku sebenarnya dapat juga
11:27 beberapa informasi dari kiri ke kanan,
11:30 depan, belakang, Kawan-kawan. Tapi aku
11:32 enggak mau secara belak-blakan jugalah
11:35 menyampaikan nanti malah
11:37 spekulasi-spekulasi lain muncul. Kita
11:39 lihat saja apa yang waktu akan
11:42 menjawabnya sebenarnya yang terjadi
11:44 antara Elkan Bagat dan PSSI ataupun
11:46 pihak-pihak tertentu kawan-kawan. Dan
11:49 dalam konteks sekarang ini yang kita
11:50 dengar masih dari PSSI, dari Pak Erik
11:53 Tohir, dari PSSI, dari Exco dan
11:56 sebagainya. Dan tentu itu akan semakin
11:58 membuat kawan-kawan pun bingung dan
12:00 bertanya-tanya atau ketika kawan-kawan
12:02 selesai nonton video ini pun makin
12:03 bingung juga sebenarnya apa yang terjadi
12:05 ya. Oke, aku masih berharap sih Elkan
12:09 Bagat bisa kembali ke timnas. Tetapi ya
12:12 kalau misalnya Elkan Bagat punya
12:13 keputusan tersendiri juga seperti yang
12:15 disampaikan PSSI ya patut juga kita
12:18 hormati, kita hargai. Kalau menurutkan
12:20 kawan ada apa sebenarnya yang terjadi?
12:21 Coba silakan tulis di kolom komentar. by